Site Meter

Saturday, February 26, 2011

Badai, Katak, Anugerah Hidup

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

“Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

“Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

“Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. “Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata.

“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!”

***
 
Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu suatu saat pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. 

Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.

Friday, February 25, 2011

Analogi, Edison, Takdir

Seorang sahabat, yang juga seorang biker, membuatku tergerak untuk berpikir lagi tentang analogi kehidupan...

Tahu jalan di daerah Manyar Kertoarjo?
Buat yang udah biasa nglewatin daerah sana psti udah hapal banget jalan2 nya...
Jalan itu banyak cabangnya, gang2 ke perumahan yang banyak banget...haha
Aq yang pertama kali pergi kesana buat pergi ke tempat les2an yg baru bingung banget...
Ku udah muter2 nggk karuan, tanya sana sini, tpi gak ada yg bener2 ngasih tau...haha
Alhasil, q br sampai setelah 3 jam...wkwk
But that's okay, at least q tahu jalannya sekarang, 
mskipun awalnya benar2 menguras tenaga, pkiran, dan bensin...wkwk

Mungkin, hidup tidak selalu seperti jalan tol, yang tinggal jalan lurus aja, bisa aja jalan itu punya cabang, belok2an, polisi tidur, dst...
Kita, yang mungkin belum punya banyak pengalaman dlm hidup, mungkin bingung, "jalan mana yg harus kupilih?" 
Mungkin ada rasa bimbang, takut akan kegagalan di ujung jalan yang tidak kita ketahui...
Lalu, kita mungkin akhirnya memilih 1 diantara jalan - jalan tersebut, dan kita sadar, ini bukan jalan yg benar...

Klo itu trjadi, jgn pernah kecewa dengan pilihan yang salah. Karena jalan yang salah itu yang membimbing kita untuk mengerti kalau qta tidak perlu ke jalan itu lagi. Kita hanya perlu start over, kembali ke jalan yg qta rasa benar...mungkin qta capek, ato males...tp jika qta ny yang nggk mau kembali, bagaimana hidup qta bisa berubah sesuai yang kita mau??

Siapa yang nggak kenal Thomas Alfa Edison? Orang yang akhirnya menemukan listrik DC dan bola lampu (dan penemuan2 lain) yang tanpanya hidup mungkin tidak seperti sekarang ini...apa kalian tahu, berapa bnyak kegagalan yang sudah "dimakan pahit2" oleh Edison?
Let me tell you, sudah 9998 kali!!
Orang mana coba, di zaman skrng ini yg tahan smpe 9998 kali kegagalan?
Tapi Edison, selalu mau bangkit 9998 kali, kembali ke titik nol dan merevisi apa2 yg mungkin salah di eksperimen nya. 
Jangan bilang "Oh, dia Edison, penemu hebat di sejarah, tidak heran klo dia seperti itu"
Dia pun punya masa lalu yg kurang beruntung, hnya org biasa, bahkan tidak ada sekolah yg mau menerimanya. 
Jadi, klo kita mau, nggk ada hal yg mustahil rasany.

Back to our topic...
Lalu, mungkin jg ada jalan yang salah yg kita tempuh, tapi kita nggk bisa kembali lagi...
What should we do?
Buatlah kata "salah" di pikiran kita tentang jalan itu menjadi sesuatu yg benar dan bisa kita cintai.
Jangan berpikir klau jalan yg kita pkir "salah" itu sebagai kebetulan dan bad luck.
Karena jika km memang harus menempuh semua itu, artinya Tuhan punya sesuatu yg indah di ujung jalan tersebut, yg mungkin bagi kita jalan trsebut tidak berujung atau malah buntu...

Jangan sombong!!
Kesalahan kebanyakan orang saat menentukan pilihan hidup adalah mereka merasa benar akan pilihan mereka. Apa yang tampak "indah" menurut kita, bisa saja tidak atau kurang indah menurut yang Di Atas...
Tapi qta sering bersikeras dengan "pilihan indah" kita dan tanpa kita sadar, ending untuk kita nantinya adalah penyesalan...hal yg selalu terjadi di akhir dan bukan di awal.
Hal seperti itu ku anggap sebagai kesombongan, karena kadang kita menutup mata dr perspektif orang lain dan mungkin bahkan dr perspektif Tuhan...
Udah pernah tanya secara intensif belom, ke Tuhan, pilihan qta ni bener apa nggak sih?

Well, kyknya kok q malah marah2...wakakka

Yaah, smua tulisan ini bukan berarti perspektif ku yg benar...nggk sama sekali...
Klo emg kalian ada yg mw menyanggah, komen aja bro, aku seneng bgt...:D
Ini kan tujuanny supaya kita mnjadi pribadi yg lebih baik, mskipun dimulai dr hal2 yg kecil :)

Saraba! :)

Arti Hidup, Jalan Tol, Masalah

Kadang, banyak orang bertanya - tanya, seperti apa sih hidup itu?
Hmm...klo dipikir - pikir, ya banyak artinya...haha
Klo disebutkan satu2 ya, sampai aq mati pun g akan selesai XD

Tapi, bisa di analogikan seperti ini:

Hidup tu seperti jalan tol (wii...pasti kalian mikir jauh banget ya? wkwk)
Jalan tol tu jalan lurus, 1 arah saja...dengan membayar Rp 5500, mungkin kita berpikir tinggal jalan aja, lancar sampai tujuan...
Tapi, akan ada saat dimana terjadi kemacetan di tol, klo udah gitu, nggak ada pilihan lain, kita mesti dengan sabar menunggu antrean kemacetan itu...sampai di tempat tujuan, macet ny selesai, lega deh...wkwk


Begitu juga dengan hidup, kita nggak bisa terus melaju kencang, tanpa kesulitan, trus kita mendapat tujuan dengan mudahnya...hmm...yang seperti itu malah nggak bisa disebut hidup...
Tapi akan ada saat kita menghadapi persoalan hidup, dimana kita tahu kita nggak bisa kembali lagi ke masa lalu...

Ya udah, hadapin aja semua itu, 

jangan pernah berpikir untuk LARI dari masalah, karena masalah itu seperti anjing herder (lho?)
semakin kita takut, dia semakin ngejar kita...tapi saat kita memutuskan untuk mencoba menyelesaikan masalah itu, mungkin kita terluka, mungkin kita berpikir seperti nggak ada jalan lagi, tapi, kuberi tahu sesuatu:

Tuhan (entah agama apapun) nggak pernah memberi masalah yang lebih berat dari yang kita bisa pikul... 

Klo kita dapet masalah, bersyukurlah! 
Knapa? Karena keberadaan masalah itu ada untuk membangun karakter hidup kita. Klo kita nggak pernah menghadapi masalah, kita akan tumbuh sebagai orang yang tidak mengenal arti penderitaan...lalu, ketika sebuah masalah datang, kita akan hancur, karena kita dari dlu nggk terlatih untuk mngerti bagaimana menyelesaikan masalah.

Weew...panjang banget ya? wkwk maaf ya, kalian pasti bosen mbacanya wkwk 
Namanya juga unek2...haha 

Oke deh...segini dlu ya...pusingq kambuh wkwk
Komen dan kritik sangat aq hargai :)

Wednesday, February 23, 2011

Birthday, The First "Hi", Hello to the World

Happy Birthday!!

Well, this line is supposed to be said by Kougami-san, haha...(I bet you don't know who Kougami-san is LOL)
Now now, it should be obvious that I said that since it's the birth of this blog...
It's...24th day of February, isn't it? It will be this blog's b'day...please remind me a year from now...haha

Well, I guess I should introduce myself for this first post
You can call me Theo, but Kevin is okay, too
To be frank, this isn't the first time I make a blog, hmm...I did make several blogs before this, but well, things didn't get well...haha
I remember my last blog I made had become a silly bicycle-blog (jeez...)
haha

'guess it's enough with the introduction...haha
Here I want to get along with you guys well :)
I really appreciate comments and critics as well from you friends

In the end, what I'm looking for is a never ending evolution, for a better life for everyone.
You and I, let's evolve together..

                           Ini nih Mr. Kougami