Ucapkanlah kasih...satu kata yang kunantikan
Sebab ku tak mampu membaca matamu...mendengar bisikmu
Nyanyikanlah kasih...senandung dalam hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini...
Sebab ku meragu oada dirimu
Mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada,
dalam rinai hujan, dalam terang bulang, juga dalam sedu sedan...
Mengapa sulit mengaku cinta padahal ia terasa,
dalam rindu dendam, hening malam,
Cinta...terasa ada
Nyanyikanlah kasih...senandung dalam hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini...
Sebab ku meragu oada dirimu
Mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada,
dalam rinai hujan, dalam terang bulang, juga dalam sedu sedan...
Mengapa sulit mengaku cinta padahal ia terasa,
dalam rindu dendam, hening malam,
Cinta...terasa ada
Mengapa sulit mengaku cinta padahal ia terasa,
dalam rindu dendam, hening malam,
Cinta...terasa ada
Site Meter
Sunday, March 13, 2011
Saturday, March 12, 2011
Rain Me Today
Awan gelap barusan menyapaku dalam kesunyian.
Aw, baru sadar kalau hujan deras menanti...
Wew, this is quite a downpour it seems!
Well, hujan ini entah kenapa berarti cukup banyak untukku...
Kalau qta liat awan hitam sebelum hujan, sepertinya awan itu menahan-nahan keinginannya untuk hujan...
Well, just like when we hold up our feelings and memories within hearts...
Rasany jenuh banget, mungkin kita merasa nggak tahan lagi...
But, when the cloud of emotions falls down as rain of feelings,
It feels so relieving...like a sudden happiness coming in ourselves...
Gak penting banget ya? wkwk
namanya juga iseng...
Well, let's just hope the rain won't do anything bad...
I suddenly remember the people in Japan...
It's not like it had anything related with rain,
but, while water can bring happiness in some ways, it can also bring despair in many ways...
Haha...ok then, I'd like to enjoy the rain now :)
Aw, baru sadar kalau hujan deras menanti...
Wew, this is quite a downpour it seems!
Well, hujan ini entah kenapa berarti cukup banyak untukku...
Kalau qta liat awan hitam sebelum hujan, sepertinya awan itu menahan-nahan keinginannya untuk hujan...
Well, just like when we hold up our feelings and memories within hearts...
Rasany jenuh banget, mungkin kita merasa nggak tahan lagi...
But, when the cloud of emotions falls down as rain of feelings,
It feels so relieving...like a sudden happiness coming in ourselves...
Gak penting banget ya? wkwk
namanya juga iseng...
Well, let's just hope the rain won't do anything bad...
I suddenly remember the people in Japan...
It's not like it had anything related with rain,
but, while water can bring happiness in some ways, it can also bring despair in many ways...
Haha...ok then, I'd like to enjoy the rain now :)
Friday, March 11, 2011
Sky Blue's Fingers
Kaze yo kaze yo...hiroi kokoro
Watashi ni mo...oshiete ne hakonde kite...
Furueru hodo ureshii asa
Namida ga hikatte, hohoende iru mitai
Mukuchi na hitomi ni mujaki na yume wo
Fukikomu kazu ni naritai to omou
Ai to kibou wo kakimaze nagara
Kusa no ue wo subette yuku sora iro no yubisaki
Kaze yo kaze yo...hiroi kokoro
Watashi ni mo oshiete ne, hakonde kite
Aoi sora ga mabushisugite
Omowazu mabuta wo gyutto tsubutte ita yo
Tozashita kokoro ni nana iro no yume
Todokeru kaze ni naritai to omou
Yasashii oto de mado wo tataite
Kumo no kage wo egaite yuku...sora iro no yubisaki
Kaze yo kaze yo...tooi hibi wo
Mou ichido azayaka ni hakonde kite
Kumo no kage wo egaite yuku sora iro no yubisaki
Kaze yo kaze yo tooi hibi wo
Mou ichido azayaka ni hakonde kite
Hakonde kite...
[Translate]
Wind, wind, open my mind...
Tell us that you'll bring me
Tell us that you'll bring me
I am so tremblingly happy
Smiling like a shining tears
Smiling like a shining tears
Quiet innocent eyes dream...
I want to be the wind, blowing...
Stirring love and hope
I want to be the wind, blowing...
Stirring love and hope
Goes sky-blue fingers, slipped on the grass
Wind, wind, open my mind...
Tell us that you'll bring me
Wind, wind, open my mind...
Tell us that you'll bring me
The blue sky is too bright
Involuntarily eyelids, I was in a tight Tsubutsu
Rainbow dreams in closed mind
Wish I could bring the wind
Hitting the window with a soft voice
Sky-blue fingers, slide into the shadows of drawn clouds
Wind, wind, everyday is so distant
You bring back vivid
Bring it back...
Involuntarily eyelids, I was in a tight Tsubutsu
Rainbow dreams in closed mind
Wish I could bring the wind
Hitting the window with a soft voice
Sky-blue fingers, slide into the shadows of drawn clouds
Wind, wind, everyday is so distant
You bring back vivid
Bring it back...
My Long Lost Heart
Untuk seseorang yang sudah lama hilang...
Well, aq nggak pernah berharap kamu akan baca postingan ini, haha
Aku tau kamu mungkin udah bener-bener menghilang dari memoriku...
Ini yang terakhir, maybe,
to reminisce you, a long lost part of my life~
Kamu tau, aku sudah mengalami begitu banyak hal sejak hari itu...
Yah, waktu itu ya...waktu-waktu dimana kita masih bisa ketemu, hari-hari dimana kamu selalu nggangguin aku dan bkin aku jengkel...haha
Tapi hal-hal seperti itulah yang kurindukan...
Entahlah, aku nggak berani menghitung sudah berapa lama kamu menghilang dari duniaku.
Menghilang sepenuhnya...
Kamu tahu, aku masih ingat jelas sepotong janji yang aku buat...
Hahaha...well, mungkin sekarang itu tampaknya seperti hal bodoh jika orang lain tau,
tapi aku berusaha, bener2 berusaha menjaga janji itu sampai sekarang... :')
Kadang aku jatuh, sering banget malah...
Aku sering berpikir untuk melepas janji itu, toh kamu sudah nggak ada lagi disini~
Tapi, thanks God,
He always shows me a smile that'll fade away if I do that...
Apa kamu bisa mendengarku dari sini?
Mungkin tidak. Dan mungkin aku sudah tahu itu. Atau mungkin tidak?
Entahlah...
Mungkin suatu saat akan ada waktunya dimana aku sudah nggak bisa mengingat seperti apa orang yang sudah merubah hidupku 1 tahun yang lalu...
Tapi, aku akan terus bawa janji ini...
A promise that I'll try keeping everyone happy,
A promise that I'll make everyone smile,
A promise that I'll someday find the real meaning of a word you once said to me...
Love...
Aku mau curhat dikit boleh kan? :')
Aku pngin kamu tahu seberapa sakitnya hal-hal yang terjadi karena janji ini...
Haha...klo ini game online mungkin job ku sekarang kolektor masalah...haha
Kamu tau, aku juga udah desperately looking for you, but I can't.
Apa kamu diluar kota? Apa kamu diluar pulau? Apa kamu udah di luar negeri?
Apa kamu masih hidup? Apa kamu sudah mati?
Apa kamu nyata?
I don't know anymore :'(
Bahkan, aku rasanya sudah mulai kehilangan portrait dirimu...
Aku mulai kehilangan ingatan tentang mu...
Tapi,
This is my life. I know it myself.
Tuhan udah mendesain cerita hidupku sedemikian menarik,
saking menariknya sampai aku yang cowok ini,
orang yang dulu sudah melepaskan arti sebuah perasaan dan harapan,
jadi bisa menangis hanya dengan melihat film Kamen Rider (!) yang ceritanya tentang arti kehilangan seorang yang berharga...konyol banget kan??
Tapi karena desain yang menarik itulah,
karakterku dibentuk.
Aku mau suatu saat bisa benar-benar berguna buat orang lain.
Aku mau mewujudkan keinginan lama mu...
Senyuman semua orang...
ya...keinginan bodoh yang sekarang jadi cita-citaku...
Tapi aku tau, hidup nggak segampang membalik tangan.
Aku sudah banyak membuat sakit hati orang-orang yang berharga buatku...
Aku merasa bodoh, aku merasa putus asa, aku jadi benci sama diriku sendiri... :'(
Aku cuma nggak mau menyerah,
nggak mau menyerah sama takdir...
Oya, dulu aku juga pernah bilang ini lho sama seseorang di hidupku...
Aku bilang ke dia, apa dia mau menyerah dengan takdir?
haha so nostalgic,talking to you like this...
I feel like an idiot,
talking to someone who won't listen anymore...
But, I know that we're connected through heart and memories...
2 things that maybe won't always exist, but they will be just asleep deep in our life~ :')
Ya udah, haha
aku mau menikmati weekendq dlu ya...
Tau ga, temen2 pada les smua! ckck...
mati gaya aku...ahahaha
Please, doain aku supaya aku bisa benar2 menjaga senyuman orang lain.
Haha...mungkin ini postingan terakhirku yang isinya cengeng2an gini...
kmren udah tuh, buat seseorang yang lain :) wkwk
Aku tahu, aku nggak bisa mikirin diriku sendiri klo membantu orang lain...
Kamu pasti akan bilang gitu kan, klo liat aku sekarang? :')
Yep, then, this is should be a goodbye for you,
My Long Lost Heart... :')
Thursday, March 10, 2011
Our life, Fates, and Memories
Untuk seseorang yang mungkin masih menganggapku anak kecil...
Mungkin selama ini kamu merasa aku nggak pernah mengerti bagaimana kerasnya kamu berusaha.
Berusaha untuk menciptakan satu suasana, satu hidup dan satu kondisi yang menurutmu terbaik untuk semuanya.
Tapi kadang hidup nggak selalu seperti itu.
Ahh...sudah memperhitungkan semua bakal seperti ini.
Tapi bagaimanapun, aku tetep nggak bisa.
Aku mengetahui ini adalah realita, sebuah kenyataan yang gak bisa dihindarin...
Tapi, aku selalu lari, aku selalu mencari jalan-jalan alternatif bodoh, yang aku tahu nggak akan berjalan, tapi tetep kupaksakan karena aku masih ingin bersamamu, walau dalam sebuah arti yang bodoh di mata kebanyakan orang, dimana seseorang dengan pengaruh besar mungkin termasuk dalam kategori "kebanyakan orang" itu.
Mungkin aku juga terlihat tidak menoleh sedikitpun sama kamu.
Sama sekali salah.
Aku selalu melihatmu lewat sini, lewat mata hatiku.
Dan yang aku lihat sekarang tinggal air mata yang nggak terlihat.
Aku tahu selama ini kamu begitu tersiksa.
Kamu mencari jalan keluar supaya cuma kamu aja yang sakit.
Dan bukannya aku.
Aku minta maaf...aku tidak bisa melakukan apapun yang bisa buat kamu senyum.
Aku cuma bisa membuatmu merasa sakit selama ini...
Aku minta maaf...aku tidak bisa melakukan apapun yang bisa buat kamu senyum.
Aku cuma bisa membuatmu merasa sakit selama ini...
Mungkin kita benar - benar terkoneksi lewat hati. Sebuah media yang nggak bisa dihitung dengan apapun.
Yang hanya bisa dirasakan.
Kamu tahu, hal seperti itulah yang kulakukan selama ini.
Mungkin dengan cara yang berbeda sama sekali, I know that.
Aku mencoba untuk kembali, menjadi seseorang yang aku harap tidak kamu kenal.
Tapi kamu, kamu selalu khawatir, dan akhirnya
kamu lagi yang merasakan sakitnya dilema gara - gara aku.
Aku semakin nggak mengerti.
Dan aku pun melihat kamu sebagai orang yang ditarik antara 2 hal,
Logika dan Perasaan
Kamu jadi bimbang, kamu jadi nggak seperti kamu yang sebenarnya.
Kamu yang pernah bisa membuatku tertarik untuk melihat dunia dari sisi lain yang aku nggak pernah pikirkan.
Maaf, skali lagi this life proved that I was useless
Look into my eyes, friend
Aku nggak pernah minta sesuatu dari kamu.
Aku sudah senang banget waktu kamu bilang kamu nganggap aku sbg sahabatmu.
Aku senang klo km perhatian sama apa yang terjadi sama aku.
Tapi aku nggak bisa lihat orang yang nggak jadi dirinya sendiri.
Yang terus jadi pribadi lain dan menahan sakit sendirian gara-gara aku :(
Aku cuma nggak mau km jadi seperti aku pada akhirnya.
...
Aku nggak pernah melihat seseorang dari tampak luarnya.
Kamu tahu, setiap aku ketemu kamu, ato hanya sekilas melewati kamu aja,
aku bisa lihat sepasang mata sedih yang berusaha disembunyikan.
Lewat post ini, aku mau katakan sesuatu.
Kamu boleh bimbang, boleh ragu antara memilih logika atau perasaan sebagai landasan tindakanmu.
Tapi, kalau pada akhirnya itu membuatmu menjadi orang lain, menjadi sesuatu yang kamu tahu akan menyakitimu sendiri, what's the point in it??
Aku akan jauh lebih senang kalau kamu dari awal tidak mengenalku, tapi bisa punya hidup yang lebih bahagia daripada sekarang ini.
Ini bukan artinya aku nggak menghargai pertemanan kita selama ini, sama sekali bukan!
Ini karena aku sayang kamu, sahabatku.
Aku selalu ingin yang terbaik buat kamu.
Sesuatu yang bisa at least buat kamu bisa punya senyuman yang memang dari hatimu.
Bukan senyuman karena logika.
Coba, belajarlah dari beruang madu mu.
Kamu seneng banget sama dia kan? :)
Haha...beruang kecil yang karenanya kamu selalu tak ledekin haha :)
Perhatikan beruang itu, apa dia pernah, berteman dimana dia yang susah-susah sendiri, tapi yang lain bahagia..
Nggak kan?
Menurutnya, hidup itu yang penting berteman dengan siapa aja, semua senang, tapi dia juga ikut senang. Senang susah dibagi sama-sama :')
Kalau yang lain sedih, dia juga ikut sedih,
dan begitu juga sebaliknya.
Look here, aku sudah membuang waktu belajarku untuk ini wakaka
Aku sama sekali nggak menyesal :)
Aku cuma mau kamu lakukan aja apa yang menurutmu benar buat dilakukan setelah baca posting ini.
Kamu udah dewasa kan? :) Di sini aku kan yang anak kecil? hehe
Tapi, dengarkan ini.
You're doing well. I can see that. In every motion you made, I can see that you're working so hard for your life. For your happiness. And for mine.
I really appreciate every decisions you made. 'cuz I know you have thought many things about that.
If you think you can do it alone, it's okay :)
But,
if you know you can't do it, don't push yourself too hard.
I'm here. Your friend is here.
I have been more than ready from day one we met to do anything to make you smile.
Akan kukatakan sekali lagi.
There will be no "farewell" nor "goodbye" here.
You were the one who always encouraged me.
And this is my turn.
Maybe my turn will be in many ways that you will not see nor feel.
But, I will absolutely save your heart.
Knapa?
Karena kita sahabat...
sahabat baik :')
Wednesday, March 9, 2011
Reborn, Rebirth, Rebird
Suatu hari, terlihat sebuah sarang burung kecil dengan beberapa telur di dalamnya. Telur - telur mungil itu sudah dibuahi dan tampak siap untuk menetas. Masing - masing telur tentu berharap bisa menetas dengan baik dan lekas terbang ke angkasa tinggi.
Getaran - getaran kecil sudah mulai terlihat! Perlahan tapi pasti, satu per satu telur burung itu mulai menetas, meretakkan cangkang telur sedikit demi sedikit. Suara menciap - ciap yang lucu pun mulai terdengar bersahut - sahutan. Burung - burung kecil yang lucu telah lahir!
Tapi, apa yang terjadi? Ada sebuah telur yang tak kunjung menetas. Ada apa ini? Telur ini padahal ingin sekali retak seperti saudara - saudaranya yang lain. Bisa menetas sudah jadi telur itu selama ini. Tapi dia tak sanggup. Ia tak mampu menciap seperti yang lain. Ia mencoba dan mencoba, namun tak kunjung membuahkan hasil yang berarti.
Lalu, apa yang dilakukan induknya? Ia mendatangi telur kecil itu, mengamat-amati nya sebentar, lalu menendang telur itu, jatuh dari sarangnya yang tinggi! Hati telur itu seperti menangis, betapa tega ibunya sendiri membuangnya. Di atas jalan tempat ia jatuh, telur itu sudah 3/4 mati, sampai lewat seseorang yang berjalan dan menginjaknya. Pecah. Telur itu akhirnya menetas bukan? Menetas dan hilang tanpa kenangan. Hanya sakit sebentar, dan hilang.
Di lain hari, kumpulan anak - anak burung yang sedang bertumbuh, bersama dengan induknya, pergi ke satu tempat yang tinggi sekali. Anak - anak burung yang tidak tahu apa - apa, mengikut saja dengan senang sambil berjalan, melompat - lompat. Sampailah mereka di puncak tempat itu, tempat dimana hanya langit dan jurang luas saja yang terlihat.
Burung - burung itu belum selesai memandangi tempat itu sebelum tiba - tiba paruh si induk mendorong satu per satu anak - anak burung tersebut ke jurang. Mereka menciap - ciap tanda tak mengerti, mereka berada di tengah kebingungan harus bagaimana. Sampai akhirnya insting hewan mereka membuat mereka mulai mengepak - ngepakkan sayap mereka. Satu per satu burung mulai terbang perlahan, tidak jatuh lagi. Bersamaan dengan itu ada impian baru, yaitu mengarungi langit biru yang belum mereka kenal.
Tapi, apa yang terjadi? Ada seekor burung kecil yang terus terjatuh, tidak bisa terbang seperti yang lain. Ia menciap - ciap sambil berusaha mengerti bagaimana saudara - saudaranya bisa terbang seperti itu. Ia mengepak - ngepakkan sayapnya sekuat tenaga, tapi tak ada perbedaan. Instingnya mati. Ia memanggil induknya,tapi seakan - akan ibu burung tak peduli padanya. Ia pun terus jatuh, menyerah pada keadaan, menangisi hidup yang ternyata memberi defisiensi dan cacat pada sayap kecilnya, sayap yang seharusnya membawanya mengarungi angkasa. Ia pun berakhir mati, jatuh di atas bebatuan di pinggir aliran sungai. Tubuhnya terbawa arus sungai. Entah kemana, terlupakan.
...
Wah, musim migrasi tiba! Para burung dan induknya yang masih tersisa, sedang bersiap - siap untuk pindah ke tempat lain yang lebih hangat. Mereka sedang menyiapkan diri untuk terbang, tanpa menyadari adanya pemburu yang mengintai dari semak - semak dekat pohon tempat sarang mereka.
Saat mereka akan terbang, dengan harapan mendapat kehidupan yang lebih baik bersama, dengan lebih banyak makanan di tempat baru, sebuah desingan peluru terdengar begitu cepat. Para burung pun terbang kabur, tak lagi bermimpi yang aneh - aneh di waktu yang genting seperti itu. Yang penting mereka selamat dulu.
Tidak sampai beberapa detik sampai tempat itu kosong, tanpa seekor burung pun yang tersisa. Kecuali satu burung. Si induk, masih berdiri dengan tatapan kosong. Tubuh burung itu mulai miring, dan jatuh tanpa gerakan apa - apa. Ia sudah mati beberapa saat lalu ketika sebuah timah panas melewati kepalanya dalam hitungan tak sampai 1 detik. Tidak tampak seekorpun dari anak - anak burung, yang dia lahirkan, yang datang menolongnya. Ia hanya tergeletak begitu saja, tanpa guna. Tidak berguna, karena si pemburu pun merasa si induk terlalu kecil bahkan untuk disantap dirinya sendiri.
Burung - burung lain yang berhasil kabur melanjutkan perjalanan. Di langit biru yang terbentang begitu luas, mereka terus melaju bersama angin.Sebuah lambang dan arti konotatif untuk kebebasan absolut, dimana mereka bisa membuat jalan hidup mereka dengan kemungkinan tidak terbatas.
Lalu, tampak dari kejauhan, seekor rajawali yang melesat ke arah mereka. Oh! Terlihat sekali bagaimana cakar kuat itu berhasil mencengkeram 2 ekor burung sekaligus. 2 burung tersebut memanggil - manggil saudaranya, tapi mereka terus terbang, menyelamatkan diri sendiri. 2 burung yang tak beruntung itupun pasrah, dengan luka - luka cakaran yang cukup dalam, mereka dibawa ke sarang rajawali tersebut, rajawali yang merenggut masa depan mereka. Mereka sudah kosong, merasa tak perlu lagi mengucapkan kata - kata perpisahan sampai sebuah paruh kejam, datang menusuk, menghancurkan tubuh mereka. Tidak ada harapan. Tidak pernah datang keajaiban untuk mereka sampai detik - detik terakhir mereka melihat langit biru. Hanya realita pahit yang ada.
Tinggal sedikit burung yang tersisa di kawanan burung yang berhasil lolos. Mereka rasanya sudah tinggal sedikit lagi untuk sampai di tempat impian mereka. Uh, ada burung yang mulai lelah. Mereka memang sudah terbang beberapa lama. Kepakan sayap mereka sudah tak sestabil beberapa menit yang lalu. Namun, pimpinan kawanan migrasi itu tak bergeming dari posisinya untuk memberi istirahat untuk kawan nya. Akhirnya satu per satu burung itu tumbang, tak tahan dengan kondisi yang stagnan, tanpa perubahan lebih baik. Mereka jatuh, kehilangan tenaga untuk mengepakkan sayap mereka. Jatuh tanpa dipedulikan oleh "kawanan" burung yang tinggal sepasang. Mereka jatuh bersama keputusasaan, mungkin juga dengan beribu pertanyaan mengapa saudara - saudaranya, yang lahir dan tumbuh bersama - sama, tega membiarkan mereka, yang hanya meminta sedikit saja waktu untuk beristirahat. Pertanyaan - pertanyaan yang tak berguna terus berputar di kepala kecil burung - burung itu sampai sebuah truk tepat menghancurkan tubuh tak beradaya itu, tanpa sisa.
Tinggal sepasang burung yang akhirnya sampai di tempat tujuan, tempat dimana terdapat pohon - pohon rindang, cukup sumber air dan makanan, dan jauh dari hawa dingin. Phew, sebuah tempat yang begitu menjanjikan kehidupan lebih baik rupanya!
Tibalah saat meletakkan telur - telur baru, di sarang baru, dan dengan harapan yang baru. Tak lama setelah sepasang burung itu memadu kasih, membuahi telur itu dengan sesuatu yang membawa kehidupan di masa mendatang, tampak batu terbang tepat mengenai burung - burung tersebut. Seorang anak kecil dengan riang memungut dua burung yang sudah tak bernyawa lagi. Kehidupan tidak sebaik yang mereka kira ternyata. Padahal, mereka sudah di sini, tempat jauh yang SEHARUSNYA AMAN, tempat yang SEHARUSNYA MELINDUNGI mereka. Sayang, tempat akhir mereka malah tempat sampah yang busuk.
Kini yang tersisa hanyalah telur - telur burung dalam sarang, yang masih polos, tak tahu apa - apa. Tiap - tiap telur merasa punya misteri tersendiri. Mereka bisa jadi apa saja dengan berbagai kemungkinan hidup. Dan kemungkinan untuk tidak hidup.
"Kakek..." tanya seorang anak kecil yang sedari tadi mendengar kakeknya bercerita tanpa putus.
"Andai saja kakek menjadi salah satu telur di sarang itu, Kakek mau jadi apa?" tanyanya polos.
"Entahlah..." jawab kakek itu. Ia berhenti sejenak, memandangi langit cerah di atasnya, sambil tiba - tiba tersenyum. Ia menjawab,
"Mungkin seekor burung saja"
Getaran - getaran kecil sudah mulai terlihat! Perlahan tapi pasti, satu per satu telur burung itu mulai menetas, meretakkan cangkang telur sedikit demi sedikit. Suara menciap - ciap yang lucu pun mulai terdengar bersahut - sahutan. Burung - burung kecil yang lucu telah lahir!
Tapi, apa yang terjadi? Ada sebuah telur yang tak kunjung menetas. Ada apa ini? Telur ini padahal ingin sekali retak seperti saudara - saudaranya yang lain. Bisa menetas sudah jadi telur itu selama ini. Tapi dia tak sanggup. Ia tak mampu menciap seperti yang lain. Ia mencoba dan mencoba, namun tak kunjung membuahkan hasil yang berarti.
Lalu, apa yang dilakukan induknya? Ia mendatangi telur kecil itu, mengamat-amati nya sebentar, lalu menendang telur itu, jatuh dari sarangnya yang tinggi! Hati telur itu seperti menangis, betapa tega ibunya sendiri membuangnya. Di atas jalan tempat ia jatuh, telur itu sudah 3/4 mati, sampai lewat seseorang yang berjalan dan menginjaknya. Pecah. Telur itu akhirnya menetas bukan? Menetas dan hilang tanpa kenangan. Hanya sakit sebentar, dan hilang.
Di lain hari, kumpulan anak - anak burung yang sedang bertumbuh, bersama dengan induknya, pergi ke satu tempat yang tinggi sekali. Anak - anak burung yang tidak tahu apa - apa, mengikut saja dengan senang sambil berjalan, melompat - lompat. Sampailah mereka di puncak tempat itu, tempat dimana hanya langit dan jurang luas saja yang terlihat.
Burung - burung itu belum selesai memandangi tempat itu sebelum tiba - tiba paruh si induk mendorong satu per satu anak - anak burung tersebut ke jurang. Mereka menciap - ciap tanda tak mengerti, mereka berada di tengah kebingungan harus bagaimana. Sampai akhirnya insting hewan mereka membuat mereka mulai mengepak - ngepakkan sayap mereka. Satu per satu burung mulai terbang perlahan, tidak jatuh lagi. Bersamaan dengan itu ada impian baru, yaitu mengarungi langit biru yang belum mereka kenal.
Tapi, apa yang terjadi? Ada seekor burung kecil yang terus terjatuh, tidak bisa terbang seperti yang lain. Ia menciap - ciap sambil berusaha mengerti bagaimana saudara - saudaranya bisa terbang seperti itu. Ia mengepak - ngepakkan sayapnya sekuat tenaga, tapi tak ada perbedaan. Instingnya mati. Ia memanggil induknya,tapi seakan - akan ibu burung tak peduli padanya. Ia pun terus jatuh, menyerah pada keadaan, menangisi hidup yang ternyata memberi defisiensi dan cacat pada sayap kecilnya, sayap yang seharusnya membawanya mengarungi angkasa. Ia pun berakhir mati, jatuh di atas bebatuan di pinggir aliran sungai. Tubuhnya terbawa arus sungai. Entah kemana, terlupakan.
...
Wah, musim migrasi tiba! Para burung dan induknya yang masih tersisa, sedang bersiap - siap untuk pindah ke tempat lain yang lebih hangat. Mereka sedang menyiapkan diri untuk terbang, tanpa menyadari adanya pemburu yang mengintai dari semak - semak dekat pohon tempat sarang mereka.
Saat mereka akan terbang, dengan harapan mendapat kehidupan yang lebih baik bersama, dengan lebih banyak makanan di tempat baru, sebuah desingan peluru terdengar begitu cepat. Para burung pun terbang kabur, tak lagi bermimpi yang aneh - aneh di waktu yang genting seperti itu. Yang penting mereka selamat dulu.
Tidak sampai beberapa detik sampai tempat itu kosong, tanpa seekor burung pun yang tersisa. Kecuali satu burung. Si induk, masih berdiri dengan tatapan kosong. Tubuh burung itu mulai miring, dan jatuh tanpa gerakan apa - apa. Ia sudah mati beberapa saat lalu ketika sebuah timah panas melewati kepalanya dalam hitungan tak sampai 1 detik. Tidak tampak seekorpun dari anak - anak burung, yang dia lahirkan, yang datang menolongnya. Ia hanya tergeletak begitu saja, tanpa guna. Tidak berguna, karena si pemburu pun merasa si induk terlalu kecil bahkan untuk disantap dirinya sendiri.
Burung - burung lain yang berhasil kabur melanjutkan perjalanan. Di langit biru yang terbentang begitu luas, mereka terus melaju bersama angin.Sebuah lambang dan arti konotatif untuk kebebasan absolut, dimana mereka bisa membuat jalan hidup mereka dengan kemungkinan tidak terbatas.
Lalu, tampak dari kejauhan, seekor rajawali yang melesat ke arah mereka. Oh! Terlihat sekali bagaimana cakar kuat itu berhasil mencengkeram 2 ekor burung sekaligus. 2 burung tersebut memanggil - manggil saudaranya, tapi mereka terus terbang, menyelamatkan diri sendiri. 2 burung yang tak beruntung itupun pasrah, dengan luka - luka cakaran yang cukup dalam, mereka dibawa ke sarang rajawali tersebut, rajawali yang merenggut masa depan mereka. Mereka sudah kosong, merasa tak perlu lagi mengucapkan kata - kata perpisahan sampai sebuah paruh kejam, datang menusuk, menghancurkan tubuh mereka. Tidak ada harapan. Tidak pernah datang keajaiban untuk mereka sampai detik - detik terakhir mereka melihat langit biru. Hanya realita pahit yang ada.
Tinggal sedikit burung yang tersisa di kawanan burung yang berhasil lolos. Mereka rasanya sudah tinggal sedikit lagi untuk sampai di tempat impian mereka. Uh, ada burung yang mulai lelah. Mereka memang sudah terbang beberapa lama. Kepakan sayap mereka sudah tak sestabil beberapa menit yang lalu. Namun, pimpinan kawanan migrasi itu tak bergeming dari posisinya untuk memberi istirahat untuk kawan nya. Akhirnya satu per satu burung itu tumbang, tak tahan dengan kondisi yang stagnan, tanpa perubahan lebih baik. Mereka jatuh, kehilangan tenaga untuk mengepakkan sayap mereka. Jatuh tanpa dipedulikan oleh "kawanan" burung yang tinggal sepasang. Mereka jatuh bersama keputusasaan, mungkin juga dengan beribu pertanyaan mengapa saudara - saudaranya, yang lahir dan tumbuh bersama - sama, tega membiarkan mereka, yang hanya meminta sedikit saja waktu untuk beristirahat. Pertanyaan - pertanyaan yang tak berguna terus berputar di kepala kecil burung - burung itu sampai sebuah truk tepat menghancurkan tubuh tak beradaya itu, tanpa sisa.
Tinggal sepasang burung yang akhirnya sampai di tempat tujuan, tempat dimana terdapat pohon - pohon rindang, cukup sumber air dan makanan, dan jauh dari hawa dingin. Phew, sebuah tempat yang begitu menjanjikan kehidupan lebih baik rupanya!
Tibalah saat meletakkan telur - telur baru, di sarang baru, dan dengan harapan yang baru. Tak lama setelah sepasang burung itu memadu kasih, membuahi telur itu dengan sesuatu yang membawa kehidupan di masa mendatang, tampak batu terbang tepat mengenai burung - burung tersebut. Seorang anak kecil dengan riang memungut dua burung yang sudah tak bernyawa lagi. Kehidupan tidak sebaik yang mereka kira ternyata. Padahal, mereka sudah di sini, tempat jauh yang SEHARUSNYA AMAN, tempat yang SEHARUSNYA MELINDUNGI mereka. Sayang, tempat akhir mereka malah tempat sampah yang busuk.
Kini yang tersisa hanyalah telur - telur burung dalam sarang, yang masih polos, tak tahu apa - apa. Tiap - tiap telur merasa punya misteri tersendiri. Mereka bisa jadi apa saja dengan berbagai kemungkinan hidup. Dan kemungkinan untuk tidak hidup.
"Kakek..." tanya seorang anak kecil yang sedari tadi mendengar kakeknya bercerita tanpa putus.
"Andai saja kakek menjadi salah satu telur di sarang itu, Kakek mau jadi apa?" tanyanya polos.
"Entahlah..." jawab kakek itu. Ia berhenti sejenak, memandangi langit cerah di atasnya, sambil tiba - tiba tersenyum. Ia menjawab,
"Mungkin seekor burung saja"
Tuesday, March 8, 2011
Shine Like Stars
Look at the world we live
Look at the hurting everywhere
Let us see mercy and your grace
overflowed in every place
Let us be one with you today
And let your glory fall….
Teach us to live in righteousness
Teach us to love in one accord
Guide us to live life everyday
As we worship in your cort
Let us declare your majesty
And let your glory fall…..
We will shine
Shine like star above
Shining in your light
Guided by your love
Let your fire burn in us
Burning like the sun
As we glorify
And show your kingdom come
In all the Earth
We will shine like star above
As we’re burning like the sun
Look at the hurting everywhere
Let us see mercy and your grace
overflowed in every place
Let us be one with you today
And let your glory fall….
Teach us to live in righteousness
Teach us to love in one accord
Guide us to live life everyday
As we worship in your cort
Let us declare your majesty
And let your glory fall…..
We will shine
Shine like star above
Shining in your light
Guided by your love
Let your fire burn in us
Burning like the sun
As we glorify
And show your kingdom come
In all the Earth
We will shine like star above
As we’re burning like the sun
Friday, March 4, 2011
Bunga, Ibu, Cinta
Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini.
Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.
Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”
“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.
Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.
Setelah memarkir mobil, pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya.
Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya.. pulang ke kampungnya.. untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan selama ini.. untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya..
Subscribe to:
Posts (Atom)
