Site Meter

Wednesday, June 29, 2011

KNOW YOUR DESTINY


Wah,  hasil SNMPTN udah keluar…
Tentu hasil tiap org beda2…g mungkin ada yg sama.
Impact ny pun ke tiap org bias berbeda2… ada yg biasa aja, ada yg kecewa, ada yg marah2 dengan berbagai alasan, ada pula yg langsung mencari alternatif masa depan lain yg mungin lebih menjanjikan, ada yg senang, ada yang sedih, ada yg tertawa, dan g mungkin klo tak sebutin satu2…

Beberapa menit lalu, aku mendengar tanpa sengaja dari pembicaraan mama di telepon, rupanya ada yg curhat karena anaknya “gagal” dan dia tidak punya uang, ditambah lagi anak – anakny yang lain tampaknya begitu enggan untuk membantu pendanaan anak yg “gagal” ini.

Bagaimana dengan aku sendiri?
Well, secara lahiriah, aku mungkin bias disamakan dengan anak yang “gagal” tadi, nggk ketrima di salah satu universitas negri dengan jurusan bergengsi yang kupilih. Tapi, sayang sekali, aq sama sekali nggak merasa “gagal” sperti anak tadi. Memang benar, aku nggak ketrima, tapi pengalaman – pengalaman di masa lalu dengan mantap mengatakan kalau itu merupakan jalan yang hrs kutempuh buat mendapatkan impianku selama ini; meski dalam kenyataannya aq masih belum tau apa impianku itu.

Ketika kita menginginkan sesuatu, seisi semesta ini sebenarnya sedang bekerja sama dalam membantu kita mendapatkan hal yang kita inginkan, meski bantuan yang diberikan semesta (dan tentu saja Tuhan) nggak selalu tampak sebagai bantuan di mata kita. Ketika semesta ini mulai membantu kita, ada tahap – tahap yg kita jalani.

1.       Keberuntungan Pemula
Dalam semua permainan, tentu tak jarang pemula2 yang baru main selalu menang. Ini diberikan pada kita agar kita semangat menjalani takdir kita, hal yang sebenarnya kita perlu dan inginkan.

2.       Ujian
“Kalau ada hal yg kita ingin dapatkan, maka kita harus melepas sesuatu”. Itu hal yang umum di hidup ini. “Keberuntungan pemula” tidak akan selalu menyertai kita. Ada saatnya dimana kita berpisah dengan keberuntungan awal itu, dan kita masuk fase ujian. Banyak orang mengeluhkan begitu sulit mendapatkan impian itu karena beratnya ujian yg dijalani. Tapi, orang2 spt ini tdk tahu, bahwa semakin sulit ujian yg mereka hadapi, semakin dekat mereka dgn tujuan akhir mereka. Namun, org yang bijak tahu akan hal ini, terus melaju, dan mereka menjadi pemenang akhir…bukan, bahkan lebih dari sekedar pemenang, karena seorang Ksatria Cahaya tahu kapan ia harus bertindak untuk mencapai kemenangan, dan ia bukanlah pengecut yang lari dari ujian itu.

Jdi, kesimpulannya, nggk pernah ada kata gagal atau berhasil. Ini semua adalah jalan menuju hal yg kita inginkan. Tidak ada yg perlu disesali…..Sori, aq bohong soal penyesalan. Tentu ada rasa penyesalan, spt yg kualami, secara manusia aq tentu punya penyesalan tentang bbrp hal.
 Aku menyesal knp tidak memahami semesta  dan Bahasa Universal Bumi sejak awal.
Aku mnyesal knp tidak mengikuti suara hati dan mengerti Bahasa Universal: Bahasa yang menyatukan kita dengan apapun di Belahan Jiwa Bumi ini. Padahal, suara hati takkan mengkhianati kita.
Aku mnyesal kenapa gak sempat jalan2 sama Chete, padahal dia cm sebentar di Indonesia.
Aku menyesal, kenapa aq terlanjur menyukai org yg aq dan hatiku tahu, bahwa aku nggak akan pernah mendapatkannya. Aku menolak mendengar jalan takdirku dan hasilnya: kekosongan hati. Tapi aku sdh melepas itu dan siap (atau belum) untuk mencari cinta yang takdir sdh siapkan untukku.
Aku menyesal kenapa aku tidak sepenuhnya memahami hal yg paling penting di semesta ini: Love. Bukan sekedar kasih. Bukan sekedar sayang. Dan bukan sekedar cinta. Tp Love, hanya itu. Satu kata yang bahkan melebihi Faith dan Hope.
Aku menyesal kenapa aq tidak membaca buku The Alchemist karya Paulo Coelho sebelum aku terlibat dlm semua urusan SNMPTN ini. Sungguh, buku2 Paulo Coelho benar2 mengubah semestaku
Aku menyesal kenapa aku memberitahukan klo aq bkal  sekolah di Singapore ke Thirza dan membuatnya sedih. Pngin banget rasanya bisa jalan2 sama kamu, za, walaupun soal jam terbang bgitu sulit ya J
Aku menyesal knp aku nggak bisa membahagiakan satu org pun, termasuk ceceku, Malinda.  Aku kangen dia, dan aku pengin bilang selamat ke dia karena baru jadian dan maaf karena pernah membencinya saat dia sama skali tampak g peduli pdaku. Selama ini aku sebenarny berharap cece lbh perhatian k aku.
Aku menyesal gbs ada di ulang tahun kakakq yang lain, Diana, tahun depan, pdhl aq pgin banget memberi sbuah buku kepadanya, buku yang mengubah seluruh hidup dan semesta ku (dan aku yakin akan mengubah semesta nya juga) Aku ingin dengan buku ini, dia jg bisa mengubah semesta org lain.
Dan masih banyak lagi.

Tp seperti kata Sang Alkemis, hidup nggk aka nada habisny klo diisi dengan penyesalan. Lagipula ini jalan menuju impianmu, mengapa menyesal?
One is loved because one is loved. No reason is needed for loving.
Dalam hal ini, seems like I’m loved by God and my destiny. Their love is so great that I’ll have to leave my treasures for greater treasures they had planned for me all this time.
Tp yg jadi masalah, aku harus tau harus melakukan apa setelah ini. Tidak boleh stagnan dan diam. Semesta selalu bergerak dan begitu juga seharusnya denganku.

“Waiting hurts…
Forgetting hurts…
But not knowing what to do is the worst kind of suffering”
-Paulo Coelho-

Tapi aku cuma tau satu hal:
Salah satu pos di jalan takdirku adalah membuat org lain tersenyum dan membagi kasih, mengingat dunia ini begitu banyak terisi kesedihan dan elemen tak perlu lainnya.

Tuhan pasti menyediakan jalan, yang aku tahu aku masih belum tahu, jalan menuju impian itu. Yang selalu kupegang adalah Semesta selalu membantu kita mendapat yang kita inginkan dengan berbagai cara. Itu adalah perkataan seorang Raja Salem yang mau bicara mengenai takdir kepada seorang Gembala Domba muda; perkataan yang mengubahkan takdir Gembala Domba itu dan mampu mengubahnya menjadi satu dengan semesta ini.


KNOW YOUR DESTINY

Thursday, June 2, 2011

Sorry, I Break the Promise

Gak tau mesti ngapain di pagi hari, tk coba mengunjungi blog ini yg udah terlantar 1 bulan-an...
Maaf ya Blog haha gak sempet nulis kamu akhir2 ini, hidupku lagi hancur haha
...
As the time passes by, I also get myself a new way to live.
Well, as Basco says, "To gain something, you must give something up"
That applies the same to me.

I get new consistency, new way of thinking, new stuffs to do.
But, what do I lose?
Good question.

Life has so many ways to shape us, and it's different for each people.

I myself gave up my heart and, of course, that promise.
At first, feeling my heart dying felt so painful.
When your feelings got rotten, you'll think that everything was so wrong.
But, it's worth the result.

A new personality to live with.

Heh....maybe not entirely.
While I start living with my own detriment, I still hold on to something that's left in Pandora's Box when she opened it: 
Hope.

This word, well, it's just the last thing, maybe, that keeps me alive...we can say, living lively.


Nah, I've talked too much.

Maybe, someone will ask: "Then, what about love? Do you still have it?"
Then, I'll answer, 

"No, not now, at least. Even it's described as the greatest thing even in universe, for now I'll think of it as exile in disguise"

Saturday, May 7, 2011

Eclipse

There was a darkness living in the Fearsome World, a world ruled by Hades. The darkness has never been out from his world, until one day, a sudden crack happened in the fearsome world. Every darkness in that world was so frightened...they tried to avoid approaching the crack, while this one darkness felt so curious about it. Many darkness denizens had tried to stop him, but, he insisted to get closer to that crack. When the darkness got close to the crack, he felt something unusual. He could felt warm from just seeing the crack. He slowly tried to touch the crack, and he felt that he was being sucked into that crack. His fear couldn't get the best of him that time, so his curiousness led him to go to a place he didn't know at all.

He passed a tunnel of darkness, and he began to see the light. He wondered where the would led him. The tunnel kept getting brighter and the darkness couldn't stand it. So he closed his eyes and hoped that this would end soon.

...

The darkness felt that his motion had stopped. He tried to open his eyes, but it hurt so bad that he needed to open them slowly. He could feel that there was intense light around him -something that all the darkness denizens had tried to avoid all this time-. The darkness was afraid at first, but he kept trying...

Wow! He saw something absolutely different from what he had seen all his life. The darkness was excited to see a world which was much more colorful than the world he was living. The excited darkness walked around and he saw a creature, a complete different creature. He approached the creature to know what creature it is.

This creature introduced itself as a light. Light was a denizen of Land of Blessing. Land of Blessing was ruled by Zeus. Seeing a completely different creature from him, the darkness tried to get along with the light.

As the days passed by, the darkness started seeing that not many lights that wanted to be friend with him. Most lights decided to stay away from the darkness. The light who was the darkness' friend also got the impacts from making friend with the darkness. The darkness actually knew it, and he secretly tried his best to becoming a light, just like what his friend was.

However, Zeus was not that kind, the darkness only ended up as a shadow. And his acquaintance light could stand it anymore. They knew that they were entirely different, like how Zeus was a complete opposite of Hades. They knew that getting attached meant hurting each other. The shadow, who had learned how the warmth of light was, also couldn't stand seeing the light kept hurting. The light, foresaw that it would be disaster for both worlds if they were getting along each other continuously.

The time shortly passed, the shadow had to come back to his home, the Fearsome World.

The shadow promised to her, that they wouldn't be separated forever. He would try to come to Land of Blessing again, meeting the light even it would be for a very short time. He didn't know when it would be, but he knew the sign if it would be the time he could go to the Land of Blessing again...

It would be when a portal of both worlds appeared...as a sudden crack with a tunnel...

A portal which they named together

EntranCe for LIght and PSEudo

(Named "Pseudo" because the darkness could only pretend himself as a light, and he ended up as a shadow)

yes,
when the Eclipse came...they would be together again~

Sunday, March 13, 2011

Ada Cinta

Ucapkanlah kasih...satu kata yang kunantikan
Sebab ku tak mampu membaca matamu...mendengar bisikmu

Nyanyikanlah kasih...senandung dalam hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini...
Sebab ku meragu oada dirimu

Mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada,
dalam rinai hujan, dalam terang bulang, juga dalam sedu sedan...
Mengapa sulit mengaku cinta padahal ia terasa,
dalam rindu dendam, hening malam,
Cinta...terasa ada

Nyanyikanlah kasih...senandung dalam hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini...
Sebab ku meragu oada dirimu

Mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada,
dalam rinai hujan, dalam terang bulang, juga dalam sedu sedan...

Mengapa sulit mengaku cinta padahal ia terasa,
dalam rindu dendam, hening malam,
Cinta...terasa ada

Mengapa sulit mengaku cinta padahal ia terasa,
dalam rindu dendam, hening malam,
Cinta...terasa ada

Saturday, March 12, 2011

Rain Me Today

Awan gelap barusan menyapaku dalam kesunyian.
Aw, baru sadar kalau hujan deras menanti...

Wew, this is quite a downpour it seems!
Well, hujan ini entah kenapa berarti cukup banyak untukku...

Kalau qta liat awan hitam sebelum hujan, sepertinya awan itu menahan-nahan keinginannya untuk hujan...
Well, just like when we hold up our feelings and memories within hearts...
Rasany jenuh banget, mungkin kita merasa nggak tahan lagi...

But, when the cloud of emotions falls down as rain of feelings,
It feels so relieving...like a sudden happiness coming in ourselves...


Gak penting banget ya? wkwk
namanya juga iseng...

Well, let's just hope the rain won't do anything bad...
I suddenly remember the people in Japan...
It's not like it had anything related with rain,
but, while water can bring happiness in some ways, it can also bring despair in many ways...

Haha...ok then, I'd like to enjoy the rain now :)

Friday, March 11, 2011

Sky Blue's Fingers



Kaze yo kaze yo...hiroi kokoro 
Watashi ni mo...oshiete ne  hakonde kite... 
Furueru hodo ureshii asa 
Namida ga hikatte, hohoende iru mitai
 
Mukuchi na hitomi ni mujaki na yume wo 
Fukikomu kazu ni naritai to omou 
Ai to kibou wo  kakimaze nagara
 
Kusa no ue wo subette yuku  sora iro no yubisaki 
Kaze yo kaze yo...hiroi kokoro 
Watashi ni mo oshiete ne, hakonde kite
 
Aoi sora ga  mabushisugite 
Omowazu mabuta wo  gyutto tsubutte ita yo
 
Tozashita kokoro ni nana iro no yume 
Todokeru kaze ni naritai to omou 
Yasashii oto de  mado wo tataite
 
Kumo no kage wo egaite yuku...sora iro no yubisaki 
Kaze yo kaze yo...tooi hibi wo 
Mou ichido azayaka ni  hakonde kite
 
Kumo no kage wo egaite yuku  sora iro no yubisaki 
Kaze yo kaze yo  tooi hibi wo 
Mou ichido azayaka ni  hakonde kite
 
Hakonde kite...

[Translate]

Wind, wind, open my mind...
Tell us that you'll bring me  
I am so tremblingly happy
Smiling like a shining tears
 
Quiet innocent eyes dream...
I want to be the wind, blowing...
Stirring love and hope
 
Goes sky-blue fingers, slipped on the grass
Wind, wind, open my mind...
Tell us that you'll bring me
 
The blue sky is too bright
Involuntarily eyelids, I was in a tight Tsubutsu

Rainbow dreams in closed mind
Wish I could bring the wind
Hitting the window with a soft voice

Sky-blue fingers, slide into the shadows of drawn clouds
Wind, wind, everyday is so distant
You bring back vivid

Bring it back...

My Long Lost Heart

Untuk seseorang yang sudah lama hilang...

Well, aq nggak pernah berharap kamu akan baca postingan ini, haha
Aku tau kamu mungkin udah bener-bener menghilang dari memoriku...
Ini yang terakhir, maybe,

to reminisce you, a long lost part of my life~

Kamu tau, aku sudah mengalami begitu banyak hal sejak hari itu...
Yah, waktu itu ya...waktu-waktu dimana kita masih bisa ketemu, hari-hari dimana kamu selalu nggangguin aku dan bkin aku jengkel...haha

Tapi hal-hal seperti itulah yang kurindukan...
Entahlah, aku nggak berani menghitung sudah berapa lama kamu menghilang dari duniaku.
Menghilang sepenuhnya...

Kamu tahu, aku masih ingat jelas sepotong janji yang aku buat...

Hahaha...well, mungkin sekarang itu tampaknya seperti hal bodoh jika orang lain tau,
tapi aku berusaha, bener2 berusaha menjaga janji itu sampai sekarang... :')

Kadang aku jatuh, sering banget malah...
Aku sering berpikir untuk melepas janji itu, toh kamu sudah nggak ada lagi disini~
Tapi, thanks God,
He always shows me a smile that'll fade away if I do that...

Apa kamu bisa mendengarku dari sini?
Mungkin tidak. Dan mungkin aku sudah tahu itu. Atau mungkin tidak?
Entahlah...

Mungkin suatu saat akan ada waktunya dimana aku sudah nggak bisa mengingat seperti apa orang yang sudah merubah hidupku 1 tahun yang lalu...
Tapi, aku akan terus bawa janji ini...

A promise that I'll try keeping everyone happy,
A promise that I'll make everyone smile,
A promise that I'll someday find the real meaning of a word you once said to me...
Love...

Aku mau curhat dikit boleh kan? :')
Aku pngin kamu tahu seberapa sakitnya hal-hal yang terjadi karena janji ini...
Haha...klo ini game online mungkin job ku sekarang kolektor masalah...haha

Kamu tau, aku juga udah desperately looking for you, but I can't.

Apa kamu diluar kota? Apa kamu diluar pulau? Apa kamu udah di luar negeri?
Apa kamu masih hidup? Apa kamu sudah mati?
Apa kamu nyata?

I don't know anymore :'(

Bahkan, aku rasanya sudah mulai kehilangan portrait dirimu...
Aku mulai kehilangan ingatan tentang mu...

Tapi,

This is my life. I know it myself.
Tuhan udah mendesain cerita hidupku sedemikian menarik,
saking menariknya sampai aku yang cowok ini,
orang yang dulu sudah melepaskan arti sebuah perasaan dan harapan,
jadi bisa menangis hanya dengan melihat film Kamen Rider (!) yang ceritanya tentang arti kehilangan seorang yang berharga...konyol banget kan??

Tapi karena desain yang menarik itulah,
karakterku dibentuk.
Aku mau suatu saat bisa benar-benar berguna buat orang lain.
Aku mau mewujudkan keinginan lama mu...

Senyuman semua orang...
ya...keinginan bodoh yang sekarang jadi cita-citaku...

Tapi aku tau, hidup nggak segampang membalik tangan.
Aku sudah banyak membuat sakit hati orang-orang yang berharga buatku...
Aku merasa bodoh, aku merasa putus asa, aku jadi benci sama diriku sendiri... :'(

Aku cuma nggak mau menyerah,
nggak mau menyerah sama takdir...
Oya, dulu aku juga pernah bilang ini lho sama seseorang di hidupku...
Aku bilang ke dia, apa dia mau menyerah dengan takdir?
haha so nostalgic,talking to you like this...

I feel like an idiot,
talking to someone who won't listen anymore...
But, I know that we're connected through heart and memories...
2 things that maybe won't always exist, but they will be just asleep deep in our life~ :')

Ya udah, haha
aku mau menikmati weekendq dlu ya...
Tau ga, temen2 pada les smua! ckck...
mati gaya aku...ahahaha

Please, doain aku supaya aku bisa benar2 menjaga senyuman orang lain.

Haha...mungkin ini postingan terakhirku yang isinya cengeng2an gini...
kmren udah tuh, buat seseorang yang lain :) wkwk

Aku tahu, aku nggak bisa mikirin diriku sendiri klo membantu orang lain...
Kamu pasti akan bilang gitu kan, klo liat aku sekarang? :')

Yep, then, this is should be a goodbye for you,

My Long Lost Heart... :')

Thursday, March 10, 2011

Our life, Fates, and Memories

Untuk seseorang yang mungkin masih menganggapku anak kecil...

Mungkin selama ini kamu merasa aku nggak pernah mengerti bagaimana kerasnya kamu berusaha.
Berusaha untuk menciptakan satu suasana, satu hidup dan satu kondisi yang menurutmu terbaik untuk semuanya.

Tapi kadang hidup nggak selalu seperti itu.

Ahh...sudah memperhitungkan semua bakal seperti ini.
Tapi bagaimanapun, aku tetep nggak bisa.
Aku mengetahui ini adalah realita, sebuah kenyataan yang gak bisa dihindarin...

Tapi, aku selalu lari, aku selalu mencari jalan-jalan alternatif bodoh, yang aku tahu nggak akan berjalan, tapi tetep kupaksakan karena aku masih ingin bersamamu, walau dalam sebuah arti yang bodoh di mata kebanyakan orang, dimana seseorang dengan pengaruh besar mungkin termasuk dalam kategori "kebanyakan orang" itu.

Aku minta maaf ya...
 
Mungkin aku juga terlihat tidak menoleh sedikitpun sama kamu. 

Sama sekali salah.
Aku selalu melihatmu lewat sini, lewat mata hatiku.
Dan yang aku lihat sekarang tinggal air mata yang nggak terlihat.
Aku tahu selama ini kamu begitu tersiksa. 
Kamu mencari jalan keluar supaya cuma kamu aja yang sakit. 
Dan bukannya aku.

Aku minta maaf...aku tidak bisa melakukan apapun yang bisa buat kamu senyum.
Aku cuma bisa membuatmu merasa sakit selama ini...

But, do you know what?
Mungkin kita benar - benar terkoneksi lewat hati. Sebuah media yang nggak bisa dihitung dengan apapun.
Yang hanya bisa dirasakan.
Kamu tahu, hal seperti itulah yang kulakukan selama ini.
Mungkin dengan cara yang berbeda sama sekali, I know that.

Aku mencoba untuk kembali, menjadi seseorang yang aku harap tidak kamu kenal.
Tapi kamu, kamu selalu khawatir, dan akhirnya 
kamu lagi yang merasakan sakitnya dilema gara - gara aku.

Aku semakin nggak mengerti.
Dan aku pun melihat kamu sebagai orang yang ditarik antara 2 hal,
Logika dan Perasaan

Kamu jadi bimbang, kamu jadi nggak seperti kamu yang sebenarnya.
Kamu yang pernah bisa membuatku tertarik untuk melihat dunia dari sisi lain yang aku nggak pernah pikirkan.

Maaf, skali lagi this life proved that I was useless
 
Look into my eyes, friend
Aku nggak pernah minta sesuatu dari kamu.
Aku sudah senang banget waktu kamu bilang kamu nganggap aku sbg sahabatmu.
Aku senang klo km perhatian sama apa yang terjadi sama aku.
Tapi aku nggak bisa lihat orang yang nggak jadi dirinya sendiri.
Yang terus jadi pribadi lain dan menahan sakit sendirian gara-gara aku  :(

Aku cuma nggak mau km jadi seperti aku pada akhirnya.

...
Aku nggak pernah melihat seseorang dari tampak luarnya.
Kamu tahu, setiap aku ketemu kamu, ato hanya sekilas melewati kamu aja,
aku bisa lihat sepasang mata sedih yang berusaha disembunyikan. 


Lewat post ini, aku mau katakan sesuatu.
Kamu boleh bimbang, boleh ragu antara memilih logika atau perasaan sebagai landasan tindakanmu.
Tapi, kalau pada akhirnya itu membuatmu menjadi orang lain, menjadi sesuatu yang kamu tahu akan menyakitimu sendiri, what's the point in it??


Aku akan jauh lebih senang kalau kamu dari awal tidak mengenalku, tapi bisa punya hidup yang lebih bahagia daripada sekarang ini.
Ini bukan artinya aku nggak menghargai pertemanan kita selama ini, sama sekali bukan!

Ini karena aku sayang kamu, sahabatku. 

Aku selalu ingin yang terbaik buat kamu. 
Sesuatu yang bisa at least buat kamu bisa punya senyuman yang memang dari hatimu. 
Bukan senyuman karena logika.

Coba, belajarlah dari beruang madu mu.
Kamu seneng banget sama dia kan? :)
Haha...beruang kecil yang karenanya kamu selalu tak ledekin haha :)
Perhatikan beruang itu, apa dia pernah, berteman dimana dia yang susah-susah sendiri, tapi yang lain bahagia..
Nggak kan?
Menurutnya, hidup itu yang penting berteman dengan siapa aja, semua senang, tapi dia juga ikut senang. Senang susah dibagi sama-sama :')
Kalau yang lain sedih, dia juga ikut sedih,


dan begitu juga sebaliknya.




Look here, aku sudah membuang waktu belajarku untuk ini wakaka
Aku sama sekali nggak menyesal :)
Aku cuma mau kamu lakukan aja apa yang menurutmu benar buat dilakukan setelah baca posting ini.
Kamu udah dewasa kan? :) Di sini aku kan yang anak kecil? hehe

Tapi, dengarkan ini.
You're doing well. I can see that. In every motion you made, I can see that you're working so hard for your life. For your happiness. And for mine.
I really appreciate every decisions you made. 'cuz I know you have thought many things about that.
If you think you can do it alone, it's okay :)
But, 
if you know you can't do it, don't push yourself too hard.
I'm here. Your friend is here. 
I have been more than ready from day one we met to do anything to make you smile.

Akan kukatakan sekali lagi.

There will be no "farewell" nor "goodbye" here.
You were the one who always encouraged me.
And this is my turn. 
Maybe my turn will be in many ways that you will not see nor feel.
But, I will absolutely save your heart.

Knapa?
Karena kita sahabat...
sahabat baik :')

Wednesday, March 9, 2011

Reborn, Rebirth, Rebird

Suatu hari, terlihat sebuah sarang burung kecil dengan beberapa telur di dalamnya. Telur - telur mungil itu sudah dibuahi dan tampak siap untuk menetas. Masing - masing telur tentu berharap bisa menetas dengan baik dan lekas terbang ke angkasa tinggi.

Getaran - getaran kecil sudah mulai terlihat! Perlahan tapi pasti, satu per satu telur burung itu mulai menetas, meretakkan cangkang telur sedikit demi sedikit. Suara menciap - ciap yang lucu pun mulai terdengar bersahut - sahutan. Burung - burung kecil yang lucu telah lahir!

Tapi, apa yang terjadi? Ada sebuah telur yang tak kunjung menetas. Ada apa ini? Telur ini padahal ingin sekali retak seperti saudara - saudaranya yang lain. Bisa menetas sudah jadi telur itu selama ini. Tapi dia tak sanggup. Ia tak mampu menciap seperti yang lain. Ia mencoba dan mencoba, namun tak kunjung membuahkan hasil yang berarti.

Lalu, apa yang dilakukan induknya? Ia mendatangi telur kecil itu, mengamat-amati nya sebentar, lalu menendang telur itu, jatuh dari sarangnya yang tinggi! Hati telur itu seperti menangis, betapa tega ibunya sendiri membuangnya. Di atas jalan tempat ia jatuh, telur itu sudah 3/4 mati, sampai lewat seseorang yang berjalan dan menginjaknya. Pecah. Telur itu akhirnya menetas bukan? Menetas dan hilang tanpa kenangan. Hanya sakit sebentar, dan hilang.

Di lain hari, kumpulan anak - anak burung yang sedang bertumbuh, bersama dengan induknya, pergi ke satu tempat yang tinggi sekali. Anak - anak burung yang tidak tahu apa - apa, mengikut saja dengan senang sambil berjalan, melompat - lompat. Sampailah mereka di puncak tempat itu, tempat dimana hanya langit dan jurang luas saja yang terlihat. 

Burung - burung itu belum selesai memandangi tempat itu sebelum tiba - tiba paruh si induk mendorong satu per satu anak - anak burung tersebut ke jurang. Mereka menciap - ciap tanda tak mengerti, mereka berada di tengah kebingungan harus bagaimana. Sampai akhirnya insting hewan mereka membuat mereka mulai mengepak - ngepakkan sayap mereka. Satu per satu burung mulai terbang perlahan, tidak jatuh lagi. Bersamaan dengan itu ada impian baru, yaitu mengarungi langit biru yang belum mereka kenal.

Tapi, apa yang terjadi? Ada seekor burung kecil yang terus terjatuh, tidak bisa terbang seperti yang lain. Ia menciap - ciap sambil berusaha mengerti bagaimana saudara - saudaranya bisa terbang seperti itu. Ia mengepak - ngepakkan sayapnya sekuat tenaga, tapi tak ada perbedaan. Instingnya mati. Ia memanggil induknya,tapi seakan - akan ibu burung tak peduli padanya. Ia pun terus jatuh, menyerah pada keadaan, menangisi hidup yang ternyata memberi defisiensi dan cacat pada sayap kecilnya, sayap yang seharusnya membawanya mengarungi angkasa. Ia pun berakhir mati, jatuh di atas bebatuan di pinggir aliran sungai. Tubuhnya terbawa arus sungai. Entah kemana, terlupakan.

...

Wah, musim migrasi tiba! Para burung dan induknya yang masih tersisa, sedang bersiap - siap untuk pindah ke tempat lain yang lebih hangat. Mereka sedang menyiapkan diri untuk terbang, tanpa menyadari adanya pemburu yang mengintai dari semak - semak dekat pohon tempat sarang mereka. 

Saat mereka akan terbang, dengan harapan mendapat kehidupan yang lebih baik bersama, dengan lebih banyak makanan di tempat baru, sebuah desingan peluru terdengar begitu cepat. Para burung pun terbang kabur, tak lagi bermimpi yang aneh - aneh di waktu yang genting seperti itu. Yang penting mereka selamat dulu.

Tidak sampai beberapa detik sampai tempat itu kosong, tanpa seekor burung pun yang tersisa. Kecuali satu burung. Si induk, masih berdiri dengan tatapan kosong. Tubuh burung itu mulai miring, dan jatuh tanpa gerakan apa - apa. Ia sudah mati beberapa saat lalu ketika sebuah timah panas melewati kepalanya dalam hitungan tak sampai 1 detik. Tidak tampak seekorpun dari anak - anak burung, yang dia lahirkan, yang datang menolongnya. Ia hanya tergeletak begitu saja, tanpa guna. Tidak berguna, karena si pemburu pun merasa si induk terlalu kecil bahkan untuk disantap dirinya sendiri.

Burung - burung lain yang berhasil kabur melanjutkan perjalanan. Di langit biru yang terbentang begitu luas, mereka terus melaju bersama angin.Sebuah lambang dan arti konotatif untuk kebebasan absolut, dimana mereka bisa membuat jalan hidup mereka dengan kemungkinan tidak terbatas.

Lalu, tampak dari kejauhan, seekor rajawali yang melesat ke arah mereka. Oh! Terlihat sekali bagaimana cakar kuat itu berhasil mencengkeram 2 ekor burung sekaligus. 2 burung tersebut memanggil - manggil saudaranya, tapi mereka terus terbang, menyelamatkan diri sendiri. 2 burung yang tak beruntung itupun pasrah, dengan luka - luka cakaran yang cukup dalam, mereka dibawa ke sarang rajawali tersebut, rajawali yang merenggut masa depan mereka. Mereka sudah kosong, merasa tak perlu lagi mengucapkan kata - kata perpisahan sampai sebuah paruh kejam, datang menusuk, menghancurkan tubuh mereka. Tidak ada harapan. Tidak pernah datang keajaiban untuk mereka sampai detik - detik terakhir mereka melihat langit biru. Hanya realita pahit yang ada.

Tinggal sedikit burung yang tersisa di kawanan burung yang berhasil lolos. Mereka rasanya sudah tinggal sedikit lagi untuk sampai di tempat impian mereka. Uh, ada burung yang mulai lelah. Mereka memang sudah terbang beberapa lama. Kepakan sayap mereka sudah tak sestabil beberapa menit yang lalu. Namun, pimpinan kawanan migrasi itu tak bergeming dari posisinya untuk memberi istirahat untuk kawan nya. Akhirnya satu per satu burung itu tumbang, tak tahan dengan kondisi yang stagnan, tanpa perubahan lebih baik. Mereka jatuh, kehilangan tenaga untuk mengepakkan sayap mereka. Jatuh tanpa dipedulikan oleh "kawanan" burung yang tinggal sepasang. Mereka jatuh bersama keputusasaan, mungkin juga dengan beribu pertanyaan mengapa saudara - saudaranya, yang lahir dan tumbuh bersama - sama, tega membiarkan mereka, yang hanya meminta sedikit saja waktu untuk beristirahat. Pertanyaan - pertanyaan yang tak berguna terus berputar di kepala kecil burung - burung itu sampai sebuah truk tepat menghancurkan tubuh tak beradaya itu, tanpa sisa.

Tinggal sepasang burung yang akhirnya sampai di tempat tujuan, tempat dimana terdapat pohon - pohon rindang, cukup sumber air dan makanan, dan jauh dari hawa dingin. Phew, sebuah tempat yang begitu menjanjikan kehidupan lebih baik rupanya! 

Tibalah saat meletakkan telur - telur baru, di sarang baru, dan dengan harapan yang baru. Tak lama setelah sepasang burung itu memadu kasih, membuahi telur itu dengan sesuatu yang membawa kehidupan di masa mendatang, tampak batu terbang tepat mengenai burung - burung tersebut. Seorang anak kecil dengan riang memungut dua burung yang sudah tak bernyawa lagi. Kehidupan tidak sebaik yang mereka kira ternyata. Padahal, mereka sudah di sini, tempat jauh yang SEHARUSNYA AMAN, tempat yang SEHARUSNYA MELINDUNGI mereka. Sayang, tempat akhir mereka malah tempat sampah yang busuk.

Kini yang tersisa hanyalah telur - telur burung dalam sarang, yang masih polos, tak tahu apa - apa. Tiap - tiap telur merasa punya misteri tersendiri. Mereka bisa jadi apa saja dengan berbagai kemungkinan hidup. Dan kemungkinan untuk tidak hidup.

"Kakek..." tanya seorang anak kecil yang sedari tadi mendengar kakeknya bercerita tanpa putus.
"Andai saja kakek menjadi salah satu telur di sarang itu, Kakek mau jadi apa?" tanyanya polos.

"Entahlah..." jawab kakek itu. Ia berhenti sejenak, memandangi langit cerah di atasnya, sambil tiba - tiba tersenyum. Ia menjawab,

"Mungkin seekor burung saja"

Tuesday, March 8, 2011

Shine Like Stars

Look at the world we live
Look at the hurting everywhere
Let us see mercy and your grace
overflowed in every place
Let us be one with you today
And let your glory fall….

Teach us to live in righteousness
Teach us to love in one accord
Guide us to live life everyday
As we worship in your cort
Let us declare your majesty
And let your glory fall…..

We will shine
Shine like star above
Shining in your light
Guided by your love

Let your fire burn in us
Burning like the sun
As we glorify
And show your kingdom come
In all the Earth

We will shine like star above
As we’re burning like the sun

Friday, March 4, 2011

Bunga, Ibu, Cinta

Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini.
 
Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.
Setelah cerita cerita lalu dilantunkan, pria itu lalu bertanya “Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”
 
“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,” gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”
“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.
“Uang saya tidak cukup.”
“Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.
 
Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.
 Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.
Setelah memarkir mobil,  pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.
 
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya.
 
Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya.. pulang ke kampungnya.. untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan selama ini.. untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya..

Saturday, February 26, 2011

Badai, Katak, Anugerah Hidup

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

“Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

“Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

“Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. “Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata.

“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!”

***
 
Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu suatu saat pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. 

Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.

Friday, February 25, 2011

Analogi, Edison, Takdir

Seorang sahabat, yang juga seorang biker, membuatku tergerak untuk berpikir lagi tentang analogi kehidupan...

Tahu jalan di daerah Manyar Kertoarjo?
Buat yang udah biasa nglewatin daerah sana psti udah hapal banget jalan2 nya...
Jalan itu banyak cabangnya, gang2 ke perumahan yang banyak banget...haha
Aq yang pertama kali pergi kesana buat pergi ke tempat les2an yg baru bingung banget...
Ku udah muter2 nggk karuan, tanya sana sini, tpi gak ada yg bener2 ngasih tau...haha
Alhasil, q br sampai setelah 3 jam...wkwk
But that's okay, at least q tahu jalannya sekarang, 
mskipun awalnya benar2 menguras tenaga, pkiran, dan bensin...wkwk

Mungkin, hidup tidak selalu seperti jalan tol, yang tinggal jalan lurus aja, bisa aja jalan itu punya cabang, belok2an, polisi tidur, dst...
Kita, yang mungkin belum punya banyak pengalaman dlm hidup, mungkin bingung, "jalan mana yg harus kupilih?" 
Mungkin ada rasa bimbang, takut akan kegagalan di ujung jalan yang tidak kita ketahui...
Lalu, kita mungkin akhirnya memilih 1 diantara jalan - jalan tersebut, dan kita sadar, ini bukan jalan yg benar...

Klo itu trjadi, jgn pernah kecewa dengan pilihan yang salah. Karena jalan yang salah itu yang membimbing kita untuk mengerti kalau qta tidak perlu ke jalan itu lagi. Kita hanya perlu start over, kembali ke jalan yg qta rasa benar...mungkin qta capek, ato males...tp jika qta ny yang nggk mau kembali, bagaimana hidup qta bisa berubah sesuai yang kita mau??

Siapa yang nggak kenal Thomas Alfa Edison? Orang yang akhirnya menemukan listrik DC dan bola lampu (dan penemuan2 lain) yang tanpanya hidup mungkin tidak seperti sekarang ini...apa kalian tahu, berapa bnyak kegagalan yang sudah "dimakan pahit2" oleh Edison?
Let me tell you, sudah 9998 kali!!
Orang mana coba, di zaman skrng ini yg tahan smpe 9998 kali kegagalan?
Tapi Edison, selalu mau bangkit 9998 kali, kembali ke titik nol dan merevisi apa2 yg mungkin salah di eksperimen nya. 
Jangan bilang "Oh, dia Edison, penemu hebat di sejarah, tidak heran klo dia seperti itu"
Dia pun punya masa lalu yg kurang beruntung, hnya org biasa, bahkan tidak ada sekolah yg mau menerimanya. 
Jadi, klo kita mau, nggk ada hal yg mustahil rasany.

Back to our topic...
Lalu, mungkin jg ada jalan yang salah yg kita tempuh, tapi kita nggk bisa kembali lagi...
What should we do?
Buatlah kata "salah" di pikiran kita tentang jalan itu menjadi sesuatu yg benar dan bisa kita cintai.
Jangan berpikir klau jalan yg kita pkir "salah" itu sebagai kebetulan dan bad luck.
Karena jika km memang harus menempuh semua itu, artinya Tuhan punya sesuatu yg indah di ujung jalan tersebut, yg mungkin bagi kita jalan trsebut tidak berujung atau malah buntu...

Jangan sombong!!
Kesalahan kebanyakan orang saat menentukan pilihan hidup adalah mereka merasa benar akan pilihan mereka. Apa yang tampak "indah" menurut kita, bisa saja tidak atau kurang indah menurut yang Di Atas...
Tapi qta sering bersikeras dengan "pilihan indah" kita dan tanpa kita sadar, ending untuk kita nantinya adalah penyesalan...hal yg selalu terjadi di akhir dan bukan di awal.
Hal seperti itu ku anggap sebagai kesombongan, karena kadang kita menutup mata dr perspektif orang lain dan mungkin bahkan dr perspektif Tuhan...
Udah pernah tanya secara intensif belom, ke Tuhan, pilihan qta ni bener apa nggak sih?

Well, kyknya kok q malah marah2...wakakka

Yaah, smua tulisan ini bukan berarti perspektif ku yg benar...nggk sama sekali...
Klo emg kalian ada yg mw menyanggah, komen aja bro, aku seneng bgt...:D
Ini kan tujuanny supaya kita mnjadi pribadi yg lebih baik, mskipun dimulai dr hal2 yg kecil :)

Saraba! :)

Arti Hidup, Jalan Tol, Masalah

Kadang, banyak orang bertanya - tanya, seperti apa sih hidup itu?
Hmm...klo dipikir - pikir, ya banyak artinya...haha
Klo disebutkan satu2 ya, sampai aq mati pun g akan selesai XD

Tapi, bisa di analogikan seperti ini:

Hidup tu seperti jalan tol (wii...pasti kalian mikir jauh banget ya? wkwk)
Jalan tol tu jalan lurus, 1 arah saja...dengan membayar Rp 5500, mungkin kita berpikir tinggal jalan aja, lancar sampai tujuan...
Tapi, akan ada saat dimana terjadi kemacetan di tol, klo udah gitu, nggak ada pilihan lain, kita mesti dengan sabar menunggu antrean kemacetan itu...sampai di tempat tujuan, macet ny selesai, lega deh...wkwk


Begitu juga dengan hidup, kita nggak bisa terus melaju kencang, tanpa kesulitan, trus kita mendapat tujuan dengan mudahnya...hmm...yang seperti itu malah nggak bisa disebut hidup...
Tapi akan ada saat kita menghadapi persoalan hidup, dimana kita tahu kita nggak bisa kembali lagi ke masa lalu...

Ya udah, hadapin aja semua itu, 

jangan pernah berpikir untuk LARI dari masalah, karena masalah itu seperti anjing herder (lho?)
semakin kita takut, dia semakin ngejar kita...tapi saat kita memutuskan untuk mencoba menyelesaikan masalah itu, mungkin kita terluka, mungkin kita berpikir seperti nggak ada jalan lagi, tapi, kuberi tahu sesuatu:

Tuhan (entah agama apapun) nggak pernah memberi masalah yang lebih berat dari yang kita bisa pikul... 

Klo kita dapet masalah, bersyukurlah! 
Knapa? Karena keberadaan masalah itu ada untuk membangun karakter hidup kita. Klo kita nggak pernah menghadapi masalah, kita akan tumbuh sebagai orang yang tidak mengenal arti penderitaan...lalu, ketika sebuah masalah datang, kita akan hancur, karena kita dari dlu nggk terlatih untuk mngerti bagaimana menyelesaikan masalah.

Weew...panjang banget ya? wkwk maaf ya, kalian pasti bosen mbacanya wkwk 
Namanya juga unek2...haha 

Oke deh...segini dlu ya...pusingq kambuh wkwk
Komen dan kritik sangat aq hargai :)

Wednesday, February 23, 2011

Birthday, The First "Hi", Hello to the World

Happy Birthday!!

Well, this line is supposed to be said by Kougami-san, haha...(I bet you don't know who Kougami-san is LOL)
Now now, it should be obvious that I said that since it's the birth of this blog...
It's...24th day of February, isn't it? It will be this blog's b'day...please remind me a year from now...haha

Well, I guess I should introduce myself for this first post
You can call me Theo, but Kevin is okay, too
To be frank, this isn't the first time I make a blog, hmm...I did make several blogs before this, but well, things didn't get well...haha
I remember my last blog I made had become a silly bicycle-blog (jeez...)
haha

'guess it's enough with the introduction...haha
Here I want to get along with you guys well :)
I really appreciate comments and critics as well from you friends

In the end, what I'm looking for is a never ending evolution, for a better life for everyone.
You and I, let's evolve together..

                           Ini nih Mr. Kougami