Seorang sahabat, yang juga seorang biker, membuatku tergerak untuk berpikir lagi tentang analogi kehidupan...
Tahu jalan di daerah Manyar Kertoarjo?
Buat yang udah biasa nglewatin daerah sana psti udah hapal banget jalan2 nya...
Jalan itu banyak cabangnya, gang2 ke perumahan yang banyak banget...haha
Aq yang pertama kali pergi kesana buat pergi ke tempat les2an yg baru bingung banget...
Ku udah muter2 nggk karuan, tanya sana sini, tpi gak ada yg bener2 ngasih tau...haha
Alhasil, q br sampai setelah 3 jam...wkwk
But that's okay, at least q tahu jalannya sekarang,
mskipun awalnya benar2 menguras tenaga, pkiran, dan bensin...wkwk
Mungkin, hidup tidak selalu seperti jalan tol, yang tinggal jalan lurus aja, bisa aja jalan itu punya cabang, belok2an, polisi tidur, dst...
Kita, yang mungkin belum punya banyak pengalaman dlm hidup, mungkin bingung, "jalan mana yg harus kupilih?"
Mungkin ada rasa bimbang, takut akan kegagalan di ujung jalan yang tidak kita ketahui...
Lalu, kita mungkin akhirnya memilih 1 diantara jalan - jalan tersebut, dan kita sadar, ini bukan jalan yg benar...
Klo itu trjadi, jgn pernah kecewa dengan pilihan yang salah. Karena jalan yang salah itu yang membimbing kita untuk mengerti kalau qta tidak perlu ke jalan itu lagi. Kita hanya perlu start over, kembali ke jalan yg qta rasa benar...mungkin qta capek, ato males...tp jika qta ny yang nggk mau kembali, bagaimana hidup qta bisa berubah sesuai yang kita mau??
Siapa yang nggak kenal Thomas Alfa Edison? Orang yang akhirnya menemukan listrik DC dan bola lampu (dan penemuan2 lain) yang tanpanya hidup mungkin tidak seperti sekarang ini...apa kalian tahu, berapa bnyak kegagalan yang sudah "dimakan pahit2" oleh Edison?
Let me tell you, sudah 9998 kali!!
Orang mana coba, di zaman skrng ini yg tahan smpe 9998 kali kegagalan?
Tapi Edison, selalu mau bangkit 9998 kali, kembali ke titik nol dan merevisi apa2 yg mungkin salah di eksperimen nya.
Jangan bilang "Oh, dia Edison, penemu hebat di sejarah, tidak heran klo dia seperti itu"
Dia pun punya masa lalu yg kurang beruntung, hnya org biasa, bahkan tidak ada sekolah yg mau menerimanya.
Jadi, klo kita mau, nggk ada hal yg mustahil rasany.
Back to our topic...
Lalu, mungkin jg ada jalan yang salah yg kita tempuh, tapi kita nggk bisa kembali lagi...
What should we do?
Buatlah kata "salah" di pikiran kita tentang jalan itu menjadi sesuatu yg benar dan bisa kita cintai.
Jangan berpikir klau jalan yg kita pkir "salah" itu sebagai kebetulan dan bad luck.
Karena jika km memang harus menempuh semua itu, artinya Tuhan punya sesuatu yg indah di ujung jalan tersebut, yg mungkin bagi kita jalan trsebut tidak berujung atau malah buntu...
Jangan sombong!!
Kesalahan kebanyakan orang saat menentukan pilihan hidup adalah mereka merasa benar akan pilihan mereka. Apa yang tampak "indah" menurut kita, bisa saja tidak atau kurang indah menurut yang Di Atas...
Tapi qta sering bersikeras dengan "pilihan indah" kita dan tanpa kita sadar, ending untuk kita nantinya adalah penyesalan...hal yg selalu terjadi di akhir dan bukan di awal.
Hal seperti itu ku anggap sebagai kesombongan, karena kadang kita menutup mata dr perspektif orang lain dan mungkin bahkan dr perspektif Tuhan...
Udah pernah tanya secara intensif belom, ke Tuhan, pilihan qta ni bener apa nggak sih?
Well, kyknya kok q malah marah2...wakakka
Yaah, smua tulisan ini bukan berarti perspektif ku yg benar...nggk sama sekali...
Klo emg kalian ada yg mw menyanggah, komen aja bro, aku seneng bgt...:D
Ini kan tujuanny supaya kita mnjadi pribadi yg lebih baik, mskipun dimulai dr hal2 yg kecil :)
Saraba! :)
trus gimana cerita tentang seorang anak yang akhirnya nyerahin ijazah kedokteran (jurusan yang dipilih orangtua) ke orang tuanya dan setelah itu memilih jurusan pilihannya sendiri ?
ReplyDeletetruly, susah banget buat realize dan membangun rumah di jalan yang beda sama bayangan kita .