Site Meter

Wednesday, June 29, 2011

KNOW YOUR DESTINY


Wah,  hasil SNMPTN udah keluar…
Tentu hasil tiap org beda2…g mungkin ada yg sama.
Impact ny pun ke tiap org bias berbeda2… ada yg biasa aja, ada yg kecewa, ada yg marah2 dengan berbagai alasan, ada pula yg langsung mencari alternatif masa depan lain yg mungin lebih menjanjikan, ada yg senang, ada yang sedih, ada yg tertawa, dan g mungkin klo tak sebutin satu2…

Beberapa menit lalu, aku mendengar tanpa sengaja dari pembicaraan mama di telepon, rupanya ada yg curhat karena anaknya “gagal” dan dia tidak punya uang, ditambah lagi anak – anakny yang lain tampaknya begitu enggan untuk membantu pendanaan anak yg “gagal” ini.

Bagaimana dengan aku sendiri?
Well, secara lahiriah, aku mungkin bias disamakan dengan anak yang “gagal” tadi, nggk ketrima di salah satu universitas negri dengan jurusan bergengsi yang kupilih. Tapi, sayang sekali, aq sama sekali nggak merasa “gagal” sperti anak tadi. Memang benar, aku nggak ketrima, tapi pengalaman – pengalaman di masa lalu dengan mantap mengatakan kalau itu merupakan jalan yang hrs kutempuh buat mendapatkan impianku selama ini; meski dalam kenyataannya aq masih belum tau apa impianku itu.

Ketika kita menginginkan sesuatu, seisi semesta ini sebenarnya sedang bekerja sama dalam membantu kita mendapatkan hal yang kita inginkan, meski bantuan yang diberikan semesta (dan tentu saja Tuhan) nggak selalu tampak sebagai bantuan di mata kita. Ketika semesta ini mulai membantu kita, ada tahap – tahap yg kita jalani.

1.       Keberuntungan Pemula
Dalam semua permainan, tentu tak jarang pemula2 yang baru main selalu menang. Ini diberikan pada kita agar kita semangat menjalani takdir kita, hal yang sebenarnya kita perlu dan inginkan.

2.       Ujian
“Kalau ada hal yg kita ingin dapatkan, maka kita harus melepas sesuatu”. Itu hal yang umum di hidup ini. “Keberuntungan pemula” tidak akan selalu menyertai kita. Ada saatnya dimana kita berpisah dengan keberuntungan awal itu, dan kita masuk fase ujian. Banyak orang mengeluhkan begitu sulit mendapatkan impian itu karena beratnya ujian yg dijalani. Tapi, orang2 spt ini tdk tahu, bahwa semakin sulit ujian yg mereka hadapi, semakin dekat mereka dgn tujuan akhir mereka. Namun, org yang bijak tahu akan hal ini, terus melaju, dan mereka menjadi pemenang akhir…bukan, bahkan lebih dari sekedar pemenang, karena seorang Ksatria Cahaya tahu kapan ia harus bertindak untuk mencapai kemenangan, dan ia bukanlah pengecut yang lari dari ujian itu.

Jdi, kesimpulannya, nggk pernah ada kata gagal atau berhasil. Ini semua adalah jalan menuju hal yg kita inginkan. Tidak ada yg perlu disesali…..Sori, aq bohong soal penyesalan. Tentu ada rasa penyesalan, spt yg kualami, secara manusia aq tentu punya penyesalan tentang bbrp hal.
 Aku menyesal knp tidak memahami semesta  dan Bahasa Universal Bumi sejak awal.
Aku mnyesal knp tidak mengikuti suara hati dan mengerti Bahasa Universal: Bahasa yang menyatukan kita dengan apapun di Belahan Jiwa Bumi ini. Padahal, suara hati takkan mengkhianati kita.
Aku mnyesal kenapa gak sempat jalan2 sama Chete, padahal dia cm sebentar di Indonesia.
Aku menyesal, kenapa aq terlanjur menyukai org yg aq dan hatiku tahu, bahwa aku nggak akan pernah mendapatkannya. Aku menolak mendengar jalan takdirku dan hasilnya: kekosongan hati. Tapi aku sdh melepas itu dan siap (atau belum) untuk mencari cinta yang takdir sdh siapkan untukku.
Aku menyesal kenapa aku tidak sepenuhnya memahami hal yg paling penting di semesta ini: Love. Bukan sekedar kasih. Bukan sekedar sayang. Dan bukan sekedar cinta. Tp Love, hanya itu. Satu kata yang bahkan melebihi Faith dan Hope.
Aku menyesal kenapa aq tidak membaca buku The Alchemist karya Paulo Coelho sebelum aku terlibat dlm semua urusan SNMPTN ini. Sungguh, buku2 Paulo Coelho benar2 mengubah semestaku
Aku menyesal kenapa aku memberitahukan klo aq bkal  sekolah di Singapore ke Thirza dan membuatnya sedih. Pngin banget rasanya bisa jalan2 sama kamu, za, walaupun soal jam terbang bgitu sulit ya J
Aku menyesal knp aku nggak bisa membahagiakan satu org pun, termasuk ceceku, Malinda.  Aku kangen dia, dan aku pengin bilang selamat ke dia karena baru jadian dan maaf karena pernah membencinya saat dia sama skali tampak g peduli pdaku. Selama ini aku sebenarny berharap cece lbh perhatian k aku.
Aku menyesal gbs ada di ulang tahun kakakq yang lain, Diana, tahun depan, pdhl aq pgin banget memberi sbuah buku kepadanya, buku yang mengubah seluruh hidup dan semesta ku (dan aku yakin akan mengubah semesta nya juga) Aku ingin dengan buku ini, dia jg bisa mengubah semesta org lain.
Dan masih banyak lagi.

Tp seperti kata Sang Alkemis, hidup nggk aka nada habisny klo diisi dengan penyesalan. Lagipula ini jalan menuju impianmu, mengapa menyesal?
One is loved because one is loved. No reason is needed for loving.
Dalam hal ini, seems like I’m loved by God and my destiny. Their love is so great that I’ll have to leave my treasures for greater treasures they had planned for me all this time.
Tp yg jadi masalah, aku harus tau harus melakukan apa setelah ini. Tidak boleh stagnan dan diam. Semesta selalu bergerak dan begitu juga seharusnya denganku.

“Waiting hurts…
Forgetting hurts…
But not knowing what to do is the worst kind of suffering”
-Paulo Coelho-

Tapi aku cuma tau satu hal:
Salah satu pos di jalan takdirku adalah membuat org lain tersenyum dan membagi kasih, mengingat dunia ini begitu banyak terisi kesedihan dan elemen tak perlu lainnya.

Tuhan pasti menyediakan jalan, yang aku tahu aku masih belum tahu, jalan menuju impian itu. Yang selalu kupegang adalah Semesta selalu membantu kita mendapat yang kita inginkan dengan berbagai cara. Itu adalah perkataan seorang Raja Salem yang mau bicara mengenai takdir kepada seorang Gembala Domba muda; perkataan yang mengubahkan takdir Gembala Domba itu dan mampu mengubahnya menjadi satu dengan semesta ini.


KNOW YOUR DESTINY

1 comment: