Untuk seseorang yang mungkin masih menganggapku anak kecil...
Mungkin selama ini kamu merasa aku nggak pernah mengerti bagaimana kerasnya kamu berusaha.
Berusaha untuk menciptakan satu suasana, satu hidup dan satu kondisi yang menurutmu terbaik untuk semuanya.
Tapi kadang hidup nggak selalu seperti itu.
Ahh...sudah memperhitungkan semua bakal seperti ini.
Tapi bagaimanapun, aku tetep nggak bisa.
Aku mengetahui ini adalah realita, sebuah kenyataan yang gak bisa dihindarin...
Tapi, aku selalu lari, aku selalu mencari jalan-jalan alternatif bodoh, yang aku tahu nggak akan berjalan, tapi tetep kupaksakan karena aku masih ingin bersamamu, walau dalam sebuah arti yang bodoh di mata kebanyakan orang, dimana seseorang dengan pengaruh besar mungkin termasuk dalam kategori "kebanyakan orang" itu.
Mungkin aku juga terlihat tidak menoleh sedikitpun sama kamu.
Sama sekali salah.
Aku selalu melihatmu lewat sini, lewat mata hatiku.
Dan yang aku lihat sekarang tinggal air mata yang nggak terlihat.
Aku tahu selama ini kamu begitu tersiksa.
Kamu mencari jalan keluar supaya cuma kamu aja yang sakit.
Dan bukannya aku.
Aku minta maaf...aku tidak bisa melakukan apapun yang bisa buat kamu senyum.
Aku cuma bisa membuatmu merasa sakit selama ini...
Aku minta maaf...aku tidak bisa melakukan apapun yang bisa buat kamu senyum.
Aku cuma bisa membuatmu merasa sakit selama ini...
Mungkin kita benar - benar terkoneksi lewat hati. Sebuah media yang nggak bisa dihitung dengan apapun.
Yang hanya bisa dirasakan.
Kamu tahu, hal seperti itulah yang kulakukan selama ini.
Mungkin dengan cara yang berbeda sama sekali, I know that.
Aku mencoba untuk kembali, menjadi seseorang yang aku harap tidak kamu kenal.
Tapi kamu, kamu selalu khawatir, dan akhirnya
kamu lagi yang merasakan sakitnya dilema gara - gara aku.
Aku semakin nggak mengerti.
Dan aku pun melihat kamu sebagai orang yang ditarik antara 2 hal,
Logika dan Perasaan
Kamu jadi bimbang, kamu jadi nggak seperti kamu yang sebenarnya.
Kamu yang pernah bisa membuatku tertarik untuk melihat dunia dari sisi lain yang aku nggak pernah pikirkan.
Maaf, skali lagi this life proved that I was useless
Look into my eyes, friend
Aku nggak pernah minta sesuatu dari kamu.
Aku sudah senang banget waktu kamu bilang kamu nganggap aku sbg sahabatmu.
Aku senang klo km perhatian sama apa yang terjadi sama aku.
Tapi aku nggak bisa lihat orang yang nggak jadi dirinya sendiri.
Yang terus jadi pribadi lain dan menahan sakit sendirian gara-gara aku :(
Aku cuma nggak mau km jadi seperti aku pada akhirnya.
...
Aku nggak pernah melihat seseorang dari tampak luarnya.
Kamu tahu, setiap aku ketemu kamu, ato hanya sekilas melewati kamu aja,
aku bisa lihat sepasang mata sedih yang berusaha disembunyikan.
Lewat post ini, aku mau katakan sesuatu.
Kamu boleh bimbang, boleh ragu antara memilih logika atau perasaan sebagai landasan tindakanmu.
Tapi, kalau pada akhirnya itu membuatmu menjadi orang lain, menjadi sesuatu yang kamu tahu akan menyakitimu sendiri, what's the point in it??
Aku akan jauh lebih senang kalau kamu dari awal tidak mengenalku, tapi bisa punya hidup yang lebih bahagia daripada sekarang ini.
Ini bukan artinya aku nggak menghargai pertemanan kita selama ini, sama sekali bukan!
Ini karena aku sayang kamu, sahabatku.
Aku selalu ingin yang terbaik buat kamu.
Sesuatu yang bisa at least buat kamu bisa punya senyuman yang memang dari hatimu.
Bukan senyuman karena logika.
Coba, belajarlah dari beruang madu mu.
Kamu seneng banget sama dia kan? :)
Haha...beruang kecil yang karenanya kamu selalu tak ledekin haha :)
Perhatikan beruang itu, apa dia pernah, berteman dimana dia yang susah-susah sendiri, tapi yang lain bahagia..
Nggak kan?
Menurutnya, hidup itu yang penting berteman dengan siapa aja, semua senang, tapi dia juga ikut senang. Senang susah dibagi sama-sama :')
Kalau yang lain sedih, dia juga ikut sedih,
dan begitu juga sebaliknya.
Look here, aku sudah membuang waktu belajarku untuk ini wakaka
Aku sama sekali nggak menyesal :)
Aku cuma mau kamu lakukan aja apa yang menurutmu benar buat dilakukan setelah baca posting ini.
Kamu udah dewasa kan? :) Di sini aku kan yang anak kecil? hehe
Tapi, dengarkan ini.
You're doing well. I can see that. In every motion you made, I can see that you're working so hard for your life. For your happiness. And for mine.
I really appreciate every decisions you made. 'cuz I know you have thought many things about that.
If you think you can do it alone, it's okay :)
But,
if you know you can't do it, don't push yourself too hard.
I'm here. Your friend is here.
I have been more than ready from day one we met to do anything to make you smile.
Akan kukatakan sekali lagi.
There will be no "farewell" nor "goodbye" here.
You were the one who always encouraged me.
And this is my turn.
Maybe my turn will be in many ways that you will not see nor feel.
But, I will absolutely save your heart.
Knapa?
Karena kita sahabat...
sahabat baik :')

aku suka gambarnya :3
ReplyDeleteGambar berkata, "Makasi Didi :)"
ReplyDeletehehe